Selasa, 20 Agustus 2013

Istana Tampak Siring di Kabupaten Gianyar

Istana Tampak Siring di Kabupaten Gianyar
Istana yang dibangun pada tahun 1963 dan selesai pada tahun 1959 ini terletak di desa tampak siring, Kecamatan Tampak siring , Kabupaten Gianyar. Istana yang dibangun setelah Kemerdekaan ini merupakan sebuah tempat yang digunakan Presiden RI yaitu Insinyur Soekarno Hatta beristirahat,melakukan rapat kerja, serta melakukan perundingan luar negeri.
istanatampaksiring
Tampak Siring berasal dari kata Tampak dan Siring yang mana Tampak berarti telapak dan Siring berarti Miring. Asal kata kata ini sangat berkaitan erat dengan Legenda penduduk setempat, konon telapak kaki itu berasal dari telapak kaki Raja Mayadenawa. Mayadenawa adalah orang yang pandai dan sakti. Karena kesaktianya itu ia memberanikan diri menganggap dirinya adalah seorang Dewa dan meminta penduduk setempat untuk menghormatinya. Karena kelancangan Mayadenawe Dewa Indrapun mengutus pasukannya untuk menangkap Mayadenawa. Merasa dirinya dikejar oleh pasukan dari Dewa Indra Mayadenawapun melarikan diri ke dalam hutan dan untuk menghilangkan jejak kakinya Mayadenawapun berlari sambil memiring miringkan telapak kakinya. Pasukan Dewa Indrapun mengetahui bahwa telapak kaki itu milik Mayadenawa, mereka terus mengejar Mayadenawa hingga masuk ke hutan, Mayadenawa ternyata tidak menyerah ia menggunakan semua kesaktiannya dengan cara meracuni sebuah sungai dengan air matanya.
2150877897_c82532997b
Akibat perbuatanya banyak penduduk setempat serta pasukan Dewa Indra terbunuh akibat meminum air beracun tersebut. Mengetahui pasukannya dan penduduk setempat banyak yang terbunuh akibat ulah Mayadenawa, Dewa Indrapun turun langsung ke Bumi, kemudian Dewa Indra yang kala itu berubah menjadi Sangkul Putihpun menangkap dan membunuh Mayadenawa dengan cara memotong kepalanya.Pada akhirnya Mayadenawapun mati di tangan Dewa Indra untuk memulihkan keadaan desa disana Dewa Indrapun membuat sebuah mata air yang mana mata air tersebut dijadikannya sebagai penawar racun. Dimana mata air itu disebut dengan Tirta Empul ( Air Suci ) kisah itulah yang membuat tempat itu bernama Tampak Siring.
tampaksiring3
Istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan yang hawanya sejuk jauh dari keramaian kota, cocok bagi Presiden RepublikIndonesia beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu negara.
istana-tampaksiring3
Arsiteknya adalah R.M. Soedarsono dan istana ini dibangun secara bertahap. Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yaitu Wisma Merdeka seluas 1.200 m dan Wisma Yudhistira seluas 2.000 m dan Ruang Serbaguna. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan yang pertama kali dibangun yaitu pada tahun 1957. Pada1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima.
Istana ini terletak sangat dekat dengan mata air Tirta Empul yang juga sebagai tempat umat Hindu melakukan persembahyangan. Disini anda akan merasakan keindahan alam gianyar yang masih sangat asri, Binatang binatang yang di lindungi pemerintah dan air jernih dari mata air Tirta empul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar